Sebelumnya udah ane tulis, ane ame Ibu ane pernah ke Bekasi ke tempat kerja ayah ane. Kenape ane bilang cuma ane ame Ibu. Ya, karena kakak ane kaga ikut ke Bekasi. Kakak ane biasa ditinggal sejak kecil. Sebelah mane-nye Bekasi, ane kurang tau. Kalo kage saleh di daerah Pondok Ungu. Di situ ayah kerja di tempat Bu Lisa. Bu Lisa orangnya baik, keluarganya pun baik. Ibu sempet buka warung di tempat Bu Lisa itu. Ya, warung kecil-kecilan. Menjual sedikit kebutuhan para pekerja yang bekerja di tempat Bu Lisa. Tempat Bu Lisa biasa kami sebut dengan bengkel.
Blog yang berisi catatan-catatan tentang apa saja, terbuka untuk umum, yang bertujuan berbagi kebaikan untuk bersama dan seperti nama blog ini, penulis berharap agar blog ini menjadi salah satu alat untuk menyadarkan generasi penerus akan tugas berat yang harus dipikul, karena masa depan ada di tangan kita bersama, wahai para pemuda..!!!
Laman
Ahlan Wa Sahlan
Selamat datang di Generasi Penerus...
Selamat membaca dan semoga bermanfaat...
Selamat membaca dan semoga bermanfaat...
Jumat, 29 April 2011
Senin, 25 April 2011
Antara Sarwadadi dan Bekasi
Aku, kakak dan ibuku biasa ditinggal di desa oleh ayahku yang bekerja di Bekasi. Ditinggal di rumah mertua, banyak sekali kisah yang kami alami. Mungkin Anda bisa membayangkan bagaimana rasanya di tinggal suami bekerja di luar kota, dan tinggal bersama sang mertua yang belum terlalu Anda kenal watak aslinya. Ditinggal oleh ayah tercinta, ya.. itu terjadi sampai saat yang cukup lama, bahkan hal itu pun terus berlangsung saat aku mulai di dalam kandungan ibuku, sampai ku lahir, dan sempat ikut ke tempat ayah bekerja yang ada di Bekasi.
Banyak kisah suka dan duka yang kami alami, mulai dari cerita saat ku lahir, masa balitaku, masa kanak-kanakku yang sarat dengan makna yang terjadi di rumah sang mertua yang ada di desa Sarwadadi tercinta ini.
Selasa, 12 April 2011
Minggu, 10 April 2011
Tanah kelahiran
Menurut cerita orang tua, ane lahir dibantu oleh jasa seorang dukun beranak, ya maklum-lah...waktu itu bidan belum terlalu populer di kalangan masyarakat desa, dan waktunya adalah sesaat sebelum azan Maghrib akan berkumandang, sempat terlontar perkataan dari Mbah Deri, ''Duh Ndo, jangan dilahirin sekarang...tahan dulu, tunggu sampe setelah azan Maghrib selesai..kalo dilahirin sekarang itu sama dengan hari lahir bapaknya, nanti bisa bahaya..!!!'' begitulah kata Mbah Deri, seorang janda tua yang masih memakai ilmu kejawen.
Sabtu, 09 April 2011
Langganan:
Postingan (Atom)


